Haloo Sobat Marhatahata,,,
Halo para pemburu kuliner! Kalau kita bicara soal kuliner khas Lampung, selain Sambal Seruit yang pedas mantap, ada satu lagi nama yang wajib, kudu, dan harus masuk ke dalam bucket list kamu. Yup, apalagi kalau bukan Bakso Son Haji Sony, atau yang lebih akrab kita sebut dengan Bakso Sony.
Bagi warga Lampung maupun para pelancong, Bakso Sony ini sudah seperti destinasi kuliner suci. Belum ke Lampung rasanya kalau belum ngerasain mangkok hangat penuh bakso legendaris ini. Kok bisa sih sebegitu terkenalnya? Dan apa yang bikin bakso satu ini rasanya enak banget sampai bikin orang rela antre? Yuk, kita bedah!
Rahasia Kelezatan: Tekstur Garing dan “Full Daging”
Kalau kamu biasanya makan bakso yang dominan rasa tepungnya, siap-siap terpana pas gigitan pertama di Bakso Sony. Rahasia utama kenapa bakso ini dinilai enak banget adalah komposisi daging sapinya yang melimpah.
Sensasi Gigitannya: Begitu digigit, teksturnya itu garing, kenyal alami (bukan kenyal obat ya!), dan padat. Rasanya sangat gurih khas daging sapi segar, minim campuran tepung. Kasarnya, ini tuh kayak makan daging sapi yang disulap jadi bulatan bakso!
Selain bakso halusnya yang juara, bakso uratnya juga punya tekstur yang pas—ngasih sensasi “kriuk-kriuk” urat sapi yang nikmat banget tapi gak bikin rahang pegel.
Kuah Kaldu Bening yang Gurihnya Sopan di Lidah
Sebuah bakso yang enak gak bakal lengkap tanpa kuah yang mumpuni. Kuah Bakso Sony ini tipikal kuah yang bening, gak terlalu berminyak atau berlemak pekat, tapi rasa kaldunya gurih banget.
Racikan bumbu bawang putih dan lada di kuahnya bener-bener pas. Begitu diseruput saat masih panas-panas… wah, langsung segar rasanya! Ditambah lagi taburan bawang goreng dan seledri yang bikin aromanya makin menggugah selera.
Jangan Lupa Pendamping Setianya!
Makan Bakso Sony belum lengkap kalau gak pakai “skuat” lengkapnya:
- Mie Kuning & Biun: Tekstur mienya lembut dan pas banget menyerap kuah kaldunya.
- Tahu Bakso: Ini juga salah satu primadona di sini. Tahu pong yang diisi dengan adonan bakso khas Sony yang padat. Begitu digigit, kuah yang meresap di dalam tahu langsung pecah di mulut!
- Sambal: Nah, buat pencinta pedas, sambal di Bakso Sony ini khas banget. Pedasnya nampol tapi gak ngerusak rasa asli kuah kaldunya.
Gak Cuma Makan di Tempat, Bisa Buat Oleh-Oleh!
Salah satu kelebihan Bakso Sony yang bikin mereka makin dicintai adalah mereka menjual versi frozen (beku) lengkap dengan bumbu kuahnya. Jadi, buat kamu yang kebetulan lagi berkunjung ke Lampung dan bingung mau bawa oleh-oleh apa buat keluarga di rumah, Bakso Sony frozen ini adalah jawaban paling tepat. Tinggal rebus di rumah, rasanya tetap sama persis kayak makan di warungnya!
Kesimpulan: Rating 10/10 untuk Pencinta Daging!
Gak heran kalau Bakso Son Haji Sony bisa bertahan puluhan tahun dan cabangnya menggurita di mana-mana. Konsistensi rasa dan kualitas dagingnya yang gak pelit bener-bener bikin bakso ini stands out dibanding bakso-bakso lainnya. Rasanya beneran nagih dan bikin kangen!
Jadi, kalau kamu lagi ada di Lampung atau kebetulan lewat di dekat cabangnya, pastikan buat mampir ya. Siapkan perut kosong, karena satu mangkok aja dijamin gak bakal cukup!
Kalau kamu sendiri, lebih suka Bakso Sony yang halus atau yang urat nih? Dan berapa mangkok rekor teror kamu kalau makan di sini? Tulis di kolom komentar ya!