Berkunjung ke Museum Lampung: Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya di Sai Bumi Ruwa Jurai

Haloo Sobat Marhatahata,,,

Bandar Lampung tidak hanya menawarkan wisata kuliner, pusat perbelanjaan, dan keindahan alam. Di tengah perkembangan kota, terdapat sebuah tempat yang menyimpan cerita panjang mengenai sejarah dan kebudayaan Lampung, yaitu Museum Lampung Ruwa Jurai.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan berkunjung ke Museum Lampung. Kunjungan ini memberikan pengalaman yang cukup berbeda. Jika biasanya berwisata identik dengan menikmati pemandangan atau mencicipi kuliner, kali ini saya diajak untuk melihat lebih dekat berbagai peninggalan sejarah dan kebudayaan yang menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Lampung.

Mengenal Museum Lampung

Museum Negeri Provinsi Lampung dikenal dengan nama Museum Ruwa Jurai. Nama tersebut berkaitan dengan semboyan Provinsi Lampung, Sai Bumi Ruwa Jurai. Museum ini berada di Jalan Z.A. Pagar Alam No. 64, Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, tidak jauh dari Universitas Lampung dan Terminal Rajabasa.

Lokasinya cukup mudah ditemukan karena berada di kawasan yang ramai dan strategis. Bagi mahasiswa atau masyarakat yang berada di sekitar Universitas Lampung, museum ini juga relatif mudah dijangkau.

Museum Lampung memiliki ribuan koleksi yang menggambarkan berbagai aspek sejarah, budaya, kehidupan masyarakat, hingga perkembangan teknologi. Data resmi pemerintah daerah mencatat koleksi museum mencapai ribuan benda dengan berbagai kategori, termasuk etnografika, numismatika/heraldika, keramologika, geologika, biologika, filologika, seni rupa, dan teknologika.

Menyaksikan Kekayaan Budaya Lampung

Salah satu hal yang menarik perhatian saya ketika berkunjung adalah keberagaman koleksi yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Lampung.

Lampung memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Di museum, pengunjung dapat mengenal berbagai benda yang berkaitan dengan adat istiadat, pakaian tradisional, perlengkapan kehidupan masyarakat, hingga berbagai artefak bersejarah.

Museum ini juga menampilkan kebudayaan dari dua kelompok adat utama Lampung, yaitu Saibatin dan Pepadun. Informasi mengenai tradisi dan kehidupan masyarakat kedua kelompok tersebut membantu pengunjung memahami bahwa kebudayaan Lampung memiliki kekayaan dan karakteristik yang beragam.

Bagi saya, melihat benda-benda tersebut secara langsung memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan hanya membaca mengenai budaya Lampung dari buku atau internet.

Dari Masa Prasejarah hingga Periode Modern

Museum Lampung tidak hanya berbicara mengenai kebudayaan masyarakat Lampung pada masa sekarang. Koleksinya juga memperlihatkan perjalanan sejarah yang panjang.

Pengunjung dapat menemukan benda-benda yang berkaitan dengan masa prasejarah, periode Hindu-Buddha, perkembangan Islam, masa kolonial, hingga periode setelah kemerdekaan.

Ada sesuatu yang menarik ketika melihat benda-benda peninggalan masa lalu secara langsung. Kita menjadi lebih mudah membayangkan bagaimana kehidupan masyarakat pada zaman yang berbeda.

Sejarah yang selama ini terasa jauh dan abstrak menjadi lebih nyata ketika kita melihat artefaknya di depan mata.

Koleksi yang Menarik Perhatian

Salah satu koleksi yang menjadi bagian penting dari Museum Lampung adalah berbagai benda peninggalan sejarah dan budaya, termasuk koleksi keramik, mata uang kuno, benda seni, serta artefak lainnya. Pemerintah Provinsi Lampung juga mencatat bejana perunggu dari Sri Minosari, Labuhan Maringgai, Lampung Timur sebagai salah satu koleksi langka unggulan museum.

Selain benda-benda fisik, museum juga menyimpan warisan pengetahuan dalam bentuk naskah kuno.

Salah satu yang menarik adalah naskah kulit kayu “Ingok Perjanjian Kita”. Pada 2025, naskah beraksara Lampung yang diperkirakan berasal dari abad ke-17 atau ke-18 tersebut ditetapkan sebagai salah satu Ingatan Kolektif Nasional (IKON) oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Bagi saya, keberadaan koleksi seperti ini menunjukkan bahwa museum bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda lama. Di dalamnya terdapat pengetahuan, cerita, nilai, dan identitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Museum Bukan Sekadar Tempat Menyimpan Benda Lama

Ada anggapan bahwa museum merupakan tempat yang membosankan karena hanya berisi benda-benda kuno. Namun, setelah berkunjung, saya justru melihat museum dari perspektif yang berbeda.

Museum sebenarnya merupakan tempat untuk berdialog dengan masa lalu.

Setiap benda memiliki cerita. Sebuah pakaian adat bukan hanya kain dan hiasan. Sebuah mata uang kuno bukan hanya benda logam. Sebuah naskah bukan hanya lembaran tulisan. Semuanya merupakan bagian dari perjalanan manusia dan masyarakat.

Karena itu, berkunjung ke museum dapat menjadi pengalaman yang menarik, terutama bagi mereka yang ingin mengenal daerah yang sedang dikunjungi secara lebih mendalam.

Cocok untuk Wisata Edukasi

Menurut saya, Museum Lampung juga menarik untuk dikunjungi bersama keluarga maupun sebagai bagian dari wisata edukasi.

Anak-anak dan pelajar dapat belajar mengenai sejarah dan budaya secara langsung. Mereka tidak hanya mendapatkan informasi dari buku pelajaran, tetapi juga dapat melihat berbagai benda peninggalan sejarah.

Museum sendiri memang memiliki fungsi sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan rekreasi.

Bagi mahasiswa, kunjungan ke museum juga bisa menjadi cara sederhana untuk memahami konteks sosial dan budaya suatu daerah.

Lokasi dan Informasi Kunjungan

Museum Lampung berada di:

Museum Negeri Provinsi Lampung “Ruwa Jurai”
Jl. Z.A. Pagar Alam No. 64
Gedong Meneng, Rajabasa
Bandar Lampung, Lampung 35141

Informasi yang dipublikasikan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung mencantumkan jam buka 08.00–15.00 dan harga tiket pada kisaran Rp1.000–Rp5.000. Karena jam operasional dan tarif dapat berubah, sebaiknya mengecek informasi terbaru sebelum berkunjung.

Informasi resmi museum juga mencantumkan nomor kontak (0721) 783688.

Penutup

Berkunjung ke Museum Lampung menjadi pengalaman yang membuat saya semakin memahami bahwa perjalanan wisata tidak selalu harus mencari tempat yang ramai atau instagramable.

Terkadang, mengunjungi sebuah museum justru memberikan pengalaman yang lebih dalam. Kita dapat mengenal sejarah, memahami kebudayaan, dan melihat bagaimana masyarakat masa lalu meninggalkan jejak bagi generasi sekarang.

Museum Lampung atau Museum Ruwa Jurai menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi ketika berada di Bandar Lampung, khususnya bagi siapa saja yang ingin mengenal sejarah dan budaya Lampung secara lebih dekat.

Bagi saya, perjalanan ke museum bukan sekadar melihat benda-benda masa lalu. Ia adalah perjalanan untuk memahami dari mana sebuah daerah berasal dan bagaimana identitasnya terbentuk.

Dan mungkin, setelah memahami masa lalu, kita akan lebih menghargai apa yang dimiliki Lampung hari ini.

Leave a Comment