Hujan dan Gerimis

Mulanya,
Kamu adalah hujan yang membuatku gundah dalam perjalanan,
Namun rupanya,
Hadirmu mendatangkan atmosfir rindu,
Dan mulai mengisi subfolder kenangan yang aku simpan dalam sebuah ruangan hati yang sepi.
.
Sore ini,
Izinkan aku menitipkan sebuah pesan harap pada angin,
Sebelum raja siang memerah jingga,
Dan mendatangkan kekaguman yang luar biasa pada semesta,
.
Ya,
“Aku harap kamu bukanlah senja,
Singgah memberikan kekaguman,
Lalu pergi menemui malam,
Mengesankan,
Namun perlahan membuat goresan luka.
.
Oya,
Sore ini aku juga menitipkan sebuah pesan hangat pada gerimis,
Aku menghaturkan,
Bahwa ada doa yang mengudara untukmu,
Semoga hari-harimu selalu bahagia,
Dan jika ada waktu luang,
Mari berbagi kabar.

.

Cipt : Ahmad Zubeir Rangkuti

Tinggalkan komentar