PERJALANAN MENUNTUT ILMU

Oleh : Elky Fernanda*

Perkenalkan nama saya Elky Fernanda, biasa dipanggil dengan nama Elky. Saya berasal dari kota Stabat, kabupaten Langkat, kecamatan Batang Serangan. Saya dibesarkan dari keluarga Bapak Suryono Edi dan Ibu Sulaeka. Saya anak ke dua dari 3 bersaudara, saya mempunyai 1 orang kakak perempuan dan satu orang adik perempuan. Ya, saya adalah anak laki-laki tunggal.

Awal kehidupan saya bermula pada tahun 1996, tepatnya pada tanggal 7 Mei 1996 yang merupakan tanggal kelahiran saya. Sekolah pertama saya adalah SDN. No.050694 Batang Serangan. Jarak tempuh yang saya lalui sekitar 2 kilometer, tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya. Setiap pergi dan pulang sekolah saya selalu mengendarai sepeda kecil kesayangan saya. Sepeda itu merupakan hadiah ulang tahun ke-8, itu merupakan hadiah terbaik dan yang paling saya idamkan sejak lama. Bicara mengenai prestasi, peringkat antara 1, 2 dan 3 sudah pernah saya rasakan semua. Kecuali sewaktu masih kelas 1 di semester 1. Pada kelas 1 semester satu saya hanya mendapatkan peringkat 10. Dan setelah itu barulah peringkat 3 saya raih, dan di kelas selanjutnya peringkat dua dan tiga juga saya pegang. Beranjak kelas 6, awal kesibukan yang benar-benar harus dirasakan sebagai seorang pelajar, persiapan menjelang UN. Segala persiapan mulai dari les tambahan di sekolah, memperdalam mata pelajaran yang harus di UN kan sudah dijalankan. Tak sia-sia apa yang telah saya usahakan selama ini, saya lulus dengan mendapatkan nilai terbaik ke-4 dari 83 murid disekolah saya.

SMP NEGERI 1 Batang Serangan, merupakan sekolah lanjutan saya. Sekolah ini merupakan sekolah lanjutan terbaik yang ada di kecamatan saya. Dari ratusan pendaftar hanya 160 orang yang diterima. Saya adalah salah satu yang beruntung dari 160 orang itu. Saya bersyukur karena saya diterima di sekolah itu, walaupun dari 5 lembar pengumuman, nama saya terletak di lembar ketiga. Alhamdulillah. Masih sama seperti waktu SD, saya berangakat ke sekolah tetap menggunakan sepeda kesayangan saya itu. Jarak tempuh sekitar 3 kilometer dari rumah saya. Walaupun sepeda itu sudah semakin kecil bagi saya, sepeda itu tetap nyaman karena mengendarainya menggunakan kasih sayang. Dalam hati saya berkata, “Ini sepeda adalah pemberian orang tua saya, jadi saya harus menjaga, merawat, dan menyayangi sepeda ini.”

Pelajaran baru mulai saya terima, banyak yang belum saya mengerti, karena beberapa pelajaran tidak saya temui semasa SD. Di semester awal, alhamdulillah peringkat ke-3 dapat saya raih dari 45 orang siswa di kelas saya.

Pramuka dan Paskibra merupakan kegiatan ekstrakulikuler yang saya jalani di SMP. Banyak ilmu yang saya dapatkan dari keduanya. Kedisiplinan, ketelitian, kerapian, kepemimpinan dan lain-lain. Selama dua  tahun saya ikuti semua kegiatan ini. Di tahun ketiga saya vakum dari kegiatan ini karena saya mulai fokus dengan Ujian Nasional. Sama seperti waktu SD, kegiatan pendukung kelancaran ujian saya ikuti. Dan alhamdulillah saya lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Setidaknya di atas nilai rata-rata. Menjadi lulusan terbaik bukannya tidak mungkin, hanya SMP ini merupakan SMP terbaik yang ada di kecamatan saya. Jadi dari 160 siswa kemungkinan untuk menjadi lulusan terbaik sangatlah kecil.

SMA NEGERI 1 Padang Tualang. Saya keluar dari kecamatan saya demi masuk ke sekolah ini, salah satu alasan saya adalah tidak adanya sekolah SMA di kecamatan saya. Sekolah ini adalah salah satu sekolah terbaik dari 4 sekolah menengah atas yang ada di kecamatan Padang Tualang. Sekolah ini merupakan sekolah favorit sehingga kepala sekolah membatasi siswa yang akan diterima hanya sebanyak 200 orang. Alhamdulillah saya berada di antara 200 orang itu. Jarak sekolah dengan rumah saya sekitar 9 kilometer dan itu mengharuskan saya pergi dan pulang menggunakan angkot. Kegiatan Paskibra lebih saya perdalam disini dan saya meninggalkan Pramuka. Walau bukan sebagai salah satu dari siswa terbaik, banyak guru yang dekat dengan saya dan saya juga dekat dengan mereka. Begitu juga dengan para senior dan junior, mereka mengenal saya dan saya tidak mengenali mereka keseluruhan. Saya dikenal mereka karena saya sering aktif dalam segala kegiatan, terutama Paskibra. Cukup banyak prestasi yang sekolah saya dapatkan selama disana. Salah satu prestasi terbaik adalah piala ADIWIYATA MANDIRI. Itu merupakan sebuah penghargaan sebagai sekolah berwawasan lingkungan. Dan itu adalah penghargaan terbaik yang pernah kami terima selama sekolah itu berdiri.

Tiga tahun saya lalui di SMA ini, suka dan duka juga sudah saya rasakan. Ujian nasional juga berjalan dengan lancar walau ada beberapa lembar soal dan jawaban yang rusak waktu itu. Semua siswa lulus, dan mendapatkan nilai sesuai dengan apa yang telah diusahakan dan dikerjakan selama ini. Semester 5, selain disibukan dengan ujian nasional, saya juga dibebani dengan masalah kuliah. Kuliah atau tidak. Hanya itu yang saya bingungkan. Dalam hati saya sangat ingin sekali kuliah. Begitu  juga dengan orang tua saya, mereka sangat ingin saya kuliah, namun masalah keuanganlah yang menjadi problema. Sampai saat ini saya masih perkataan orang tua saya, “Kalau mau ikut tes, ikut aja. Kalau lulus ya alhamdulillah, biar kita cari uang buat selanjutnya. Tapi kalau tidak lulus ya sudah gak apa-apa, berarti belum rejekinya. Tahan satu tahun aja dulu, kita cari uang sama-sama buat kuliah tahun depan”. Itu adalah kata-kata yang orangtua saya katakan ke saya. Alhamdulillah ketika pengumuman SNMPTN saya berhasil lulus di PTN USU, dengan jurusan Arsitektur. Sesuai dengan kata-kata orang tua saya, ketika lulus kita cari uang sama.

Setelah mencari berbagai informasi, ternyata ada sebuah beasiswa BIDIKMISI yang diperuntukan untuk mahasiswa yang kurang mampu namun berprestasi, saya mencoba mengikuti uji tes mengenai BIDIKMISI itu. Beberapa kali wawancara telah saya ikuti dan alhamdulillah dari situ saya berhasil masuk menjadi salah satu mahasiswa BIDIKMISI. Saya bersyukur karena bisa mengurangi beban orang tua saya dalam membiayai kuliah. Menjadi seorang arsitek adalah cita-cita saya sejak saya SD. Dan alhamdulillah di PTN ini saya lulus di jurusan Arsitektur. Alhamdulillah. Dan kehidupan baru akan saya mulai.

Sumber : Buku Langkah Tak Beraturan, 2015

Tinggalkan komentar