Puisi tentang Cinta terbaik, teromantis, dan tersedih

Jatuh Cinta Terhebat

Aku pernah jatuh
Hingga tak berani muncul ke permukaan,
Lantas aku hanya bersahabat dengan sepi,
dan meratap pada kelemahan diri,
Hanya dibayang-bayangi oleh prasangka, juga lara,
Aku orang terburuk yang pernah lahir di dunia,
Ucapku kala itu,
.
Aku pernah sedih,
Menangis, meringis, pasrah,
Aku tak tahu harus seperti apa,
Berkata apa, mendengarkan apa, dan Berbuat apa,
Seakan rasanya otakku terhenti untuk memikirkan segala hal,
Sekalipun ia hanya sebuah hal yang sederhana,
.
Aku pernah bahagia,
Tak tergambarkan rasanya,
Seakan berada di atas awan,
Mengudara ke langit yang biru,
Sebiru hatiku saat pertama kali mengenalmu, haha,,,,
Rasanya ingin menarasikan kebahagiaan itu dalam sebuah sajak yang panjang,
Namun, seakan tanganku berucap,
Simpan saja sajak itu di hatimu,
Dalam sebuah folder yang istimewa,
Buat saja namanya Kenangan,
Ujarnya,
.
Aku juga pernah merasakan jatuh cinta terhebat,
Meski diacuhkan beberapa kali,
Cinta itu tidak lenyap,
Malah makin sayang,
Walau sekarang jarak kita berjauhan,
Mungkin suatu saat aku akan datang
Ke rumahmu,
Pada saat yang tepat,
Saat serangkai mimpi yang telah kuudarakan ke langit yang biru,
Teraih satu demi satu,
Aku akan melamarmu.
.
.
————————-///———————–
.
.
Ahmad Zubeir Rangkuti

Tinggalkan komentar