Puisi tentang Waktu

— Waktu terus berlari —

Biarkan aku menepi dalam bayang-bayang gundah gulana,
Sembari menatap persinggahan yang tak tahu di mana garis finishnya,
Karena,
Kadang sekitar terlalu kejam,
Mereka membawamu pada malam yang tak berbintang dan badai,
Hingga larut dalam kekelaman,
Namun,
Waktu terus berlari,
Akankah menghindar dari milyaran prahara?
Ataukah bersahabat?
Kurasa,
Hujan di akhir bulan Juni
Telah memberimu segenggam inspirasi,
Untuk Kamu narasikan dalam sebuah harap yang mengudara
.
.
———————-///———————
.
.
Ahmad Zubeir Rangkuti

Tinggalkan komentar